Beranda · Pendidikan · RPP · Pengetahuan Agama · Lainnya

RPP dan Silabus SD Kelas 6 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

RPP dan Silabus SD Kelas 6 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

 RPP dan Silabus SD Kelas 6 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 6 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 6 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 6 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 6 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Kelas (6) Mata Pelajaran PJOK
SK-KD PJOK SD Kelas 6 [Download]
Pemetaan SK-KD PJOK Kelas 6 [Download]
Silabus PJOK SD Kelas 6 [Download]
RPP PJOK SD Kelas 6 [Download]
Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 5 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

RPP dan Silabus SD Kelas 5 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
 RPP dan Silabus SD Kelas 5 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 5 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 5 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 5 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 5 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Kelas (5) Mata Pelajaran PJOK
SK-KD PJOK SD Kelas 5 [Download]
Pemetaan SK-KD PJOK Kelas 5 [Download]
Silabus PJOK SD Kelas 5 [Download]
RPP PJOK SD Kelas 5 [Download]
Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 4 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

RPP dan Silabus SD Kelas 4 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
RPP dan Silabus SD Kelas 4 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 4 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 4 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 4 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 4 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Kelas (4) Mata Pelajaran PJOK
SK-KD PJOK SD Kelas 4 [Download]
Pemetaan SK-KD PJOK Kelas 4 [Download]
Silabus PJOK SD Kelas 4 [Download]
RPP PJOK SD Kelas 4 [Download]

Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 3 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 3 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Kelas (3) Mata Pelajaran Bahasa Inggris
SK-KD Bahasa Inggris SD Kelas 3 [Download]
Pemetaan SK-KDBahasa Inggris Kelas 3 [Download]
Silabus Bahasa Inggris SD Kelas 3 [Download]
RPP Bahasa Inggris SD Kelas 3 [Download]

Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 2 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 2 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Kelas (2) Mata Pelajaran Bahasa Inggris
SK-KD Bahasa Inggris SD Kelas 2 [Download]
Pemetaan SK-KDBahasa Inggris Kelas 2 [Download]
Silabus Bahasa Inggris SD Kelas 2 [Download]
RPP Bahasa Inggris SD Kelas 2 [Download]
Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 1 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 1 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Kelas (1) Mata Pelajaran Bahasa Inggris
SK-KD dan Pemetaan SK-KD Bahasa Inggris SD Kelas 1 [Download]
Silabus Bahasa Inggris SD Kelas 1 [Download]
RPP Bahasa Inggris SD Kelas 1 [Download]
Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 3 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 3 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 3 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Kelasa (3) Mata Pelajaran PJOK
SK-KD PJOK SD Kelas 3 [Download]
Pemetaan SK-KD PJOK Kelas 3 [Download]
Silabus PJOK SD Kelas 3 [Download]
RPP PJOK SD Kelas 3 [Download]
Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Matematika

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 2 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 2 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 2 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Kelas (2) Mata Pelajaran PJOK
SK-KD PJOK SD Kelas 2 [Download]
Pemetaan SK-KD PJOK Kelas 2 [Download]
Silabus PJOK SD Kelas 2 [Download]
RPP PJOK SD Kelas 2 [Download]

Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Artikel keren lainnya:

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK- Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran Matematika

Pada kesempatan kali ini, Belajar Mengajar akan share RPP dan Silabus SD kelas 1 KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena para guru lebih banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai (Mulyasa, 2007: 9). Intinya bahwa dengan bergulirnya KTSP ini kembali, tugas utama para guru adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator, dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah, serta kondisi dan kebutuhan daerah. Selanjutnya mengemas hasil analisis terhadap SK-KD tersebut ke dalam KTSP yang di dalamnya mencakup silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Pada kesempatan ini, kami akan menyediakan RPP dan silabus SD Kelas 1 KTSP semester 1 dan 2 Mata pelajaran PJOK yang bisa diunduh atau didownload. Dalam penulisan kali ini, mengenai  RPP dan Silabus SD ini juga kami berusaha menyediakan SK-KD berikut pemetaannya.

Langsung saja, anda bisa langsung mendownload RPP dan Silabus-nya di bawah ini sesuai dengan kelas dab bagian yang kami petakan.

RPP dan Silabus SD Kelas 1 KTSP Semester 1 dan 2 Mata Pelajaran PJOK

Kelasa (1) Mata Pelajaran PJOK
SK-KD PJOK SD Kelas 1 [Download]
Pemetaan SK-KD PJOK Kelas 1 [Download]
Silabus PJOK SD Kelas 1 [Download]
RPP PJOK SD Kelas 1 [Download]
Demikian RPP dan Silabusnya  yang sesuai dengan ketentuan da Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Artikel keren lainnya:

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-XI Tentang Takjub Simbolik: Beragama

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-XI Tentang Takjub Simbolik: Beragama-
31. Numinus dan Simbol-Simbolnya
Filsafat berawal dengan ketakjuban. Inilah pandangan Plato yang terungkap dalam Theaetetus (CDP 155d) dan digemakan oleh banyak filsuf lain selama berabad-abad. Takjub dalam pengertian ini bukan sekadar bengong tertegun, melainkan penasaran terhadap sesuatu yang tak dikenal, yang menggiring kita untuk mencari makna yang mendasar di balik keragaman hayati kita, yang mendorong kita ke lubuk wawasan dan puncak pengetahuan yang selalu baru. Saya memilih mengantarkan anda kepada filsafat di matakuliah ini dengan tidak mengawalinya dengan ketakjuban, tetapi dengan lawanannya, kebebalan. Itu karena penahapan logis bagian-bagian dari pohon filsafat berlawanan dengan penahapan kronologis normal pada pengalaman kita dalam berfilsafat. Di kuliah-kuliah ini saya berupaya menjelaskan filsafat sedemikian rupa sehingga, dengan menuntaskan matakuliah ini, anda akan mampu menempuh pengembaraan filosofis anda sendiri. Itu berarti bahwa, walaupun mungkin cara terbaik untuk belajar filsafat adalah bergerak dari metafisika melalui logika dan ilmu ke ontologi, cara terbaik untuk berfilsafat mungkin bergerak dari ketakjuban melalui kealiman dan pemahaman ke pengakuan sepenuhnya akan kebebalan anda sendiri.
Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-XI Tentang Takjub Simbolik: Beragama

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-XI Tentang Takjub Simbolik: Beragama

Ketakjuban berkaitan terutama dengan kekaguman kita terhadap pengalaman insani yang amat beragam, khususnya pengalaman yang menelurkan pertanyaan yang tidak terjawab dengan penalaran logis belaka, tetapi dengan mengalami pengalaman itu sendiri. Jenis ketakjuban filosofis yang paling dasar ialah ketakjuban tentang makna kehidupan. Kita tak bisa memuaskan ketakjuban itu cuma dengan menyusun teori metafisis, mempertajam keterampilan pemikiran logis kita, atau memperdalam kedalaman dan jangkauan pengetahuan kita. Alih-alih, makna kehidupan muncul secara bertahap dari kemauan kita untuk terbuka terhadap jenis-jenis pengalaman “ajaib” yang kita bahas di Bagian Empat ini. Kendati pembahasan kita tentang pengalaman-pengalaman itu bergantung pada kata-kata sebagaimana dalam kuliah-kuliah terdahulu, kita harus mengingat-ingat bahwa kita mengalami ketakjuban yang paling berbobot dalam keheningan. Semua jawaban yang kita periksa sebagai “jawaban” yang bolehjadi terhadap berbagai masalah yang diangkat di Bagian Empat ini memudar dalam kesepelean bila kita bandingkan dengan jawaban hakiki yang kita terima manakala kita mengalami ketakjuban lantaran keheningan. Itu karena ketakjuban berkeheningan, lebih dari kata-kata sebanyak berapa pun, bisa menanamkan timbangan sejati tentang realitas kita sendiri, dan dapat mendorong kita ke tingkat keutuhan yang oleh kata-kata belaka tak terungkap, yang memberi makna terdalam bagi keragaman kata-kata kita.
Untuk lebih jelas dan lebih lenkap mengenai artikel Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-XI Tentang Takjub Simbolik: Beragama silahkan diunduh di bawah ini : 
Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-XI Tentang Takjub Simbolik: Beragama [DOWNLOAD]
Karena anda telah belajar berfilsafat, saya harap anda telah mengalami jenis ketakjuban filosofis ini. Sesungguhnya, salah satu alasan lain untuk mengawali matakuliah ini dengan kuliah-kuliah tentang kebebalan adalah bahwa saya rasa, itu merupakan salah satu cara terbaik untuk membangkitkan ketakjuban pada diri orang-orang yang pandangan kealaman ilmiah modernnya cenderung memisahkan mereka dari banyak pengalaman yang pada dahulu kala merupakan bagian alamiah dari kehidupan setiap orang, sebelum teknologi mendominasi masyarakat. Saya telah mempertimbangkan untuk mengajar matakuliah ini dengan urutan terbalik, yang berawal dengan kuliah tentang kematian dan berakhir dengan kuliah tentang mitos. Meskipun barangkali ini akan membuat matakuliah kita lebih menarik pada permulaan, dan sehingga lebih cepat menarik anda ke suatu kajian filsafat yang serius, akan ada bahaya yang berupa menafsiran jenis pengalaman yang dibahas di sini secara terlalu ilmiah, tanpa mengakui misteri menakjubkan yang ditunjukkannya. Hari-hari ini, ketika keindahan amat sering terkunci di dalam kurungan dinding museum, ketika pengalaman keagamaan amat sering diidentifikasi dengan perbuatan yang “gerejawi”, ketika kematian amat sering terjadi di bangsal rumahsakit secara anonim, maka kita semua terlalu gampang untuk mengira bahwa kita benar-benar telah mengalami misteri kehidupan, walau, pada faktanya, yang kita lakukan hanyalah memisahkan diri dari hal yang hakiki melalui perangkap teknologi. Saya harap, pengakuan kebebalan kita perihal realitas hakiki itu menggoncang anda dari kepuasan kepada diri sendiri yang membunuh naluri ketakjuban kita.

Blaise Pascal (1623-1662) ialah salah satu contoh filsuf terbaik yang menghargai nilai kejut yang terdapat pada pengakuan kebebalan manusia, di samping hubungan antara pengakuan semacam itu dan ketakjuban filosofis. Kumpulan wawasannya, yang disebut Pensées, dipenuhi dengan pasal-pasal yang mengungkapkan ketegangan eksistensi manusia, sebagaimana berikut ini:

What a chimera then is man! What a novelty! What a monster, what a chaos, what a contradiction, what a prodigy! Judge of all things, imbecile worm of the earth; depositary of truth, a sink of uncertainty and error; the pride and refuse of the universe!
... Know then, proud man, what a paradox you are to yourself. Humble yourself, weak reason; be silent, foolish nature; learn that man infinitely transcends man, and learn from your Master your true condition, of which you are ignorant. Hear God....
Whence it seems that God, willing to render the difficulty of our existence unintelligible to ourselves, has concealed the knot so high, or better speaking, so low, that we are quite incapable of reaching it; so that it is not by the proud exertions of our reason, but by the simple submissions of reason, that we can truly know ourselves. (PP 434)
(Maka betapa terbelah manusia! Betapa ganjil! Betapa mengerikan, betapa kacau, betapa berlawanan, betapa aneh! Penimbang segala hal, cacing-tanah dungu; penjaga kebenaran, benaman ketidakpastian dan kekeliruan; harga diri dan sampah alam semesta!
... Maka kenalilah, orang nan congkak, alangkah paradoksnya engkau dengan dirimu sendiri. Rendahkanlah dirimu, akal nan lembik; heninglah, alam nan tolol; ketahuilah bahwa manusia melampaui manusia secara tak terbatas, dan ketahuilah dari Tuanmu kondisi sejatimu, yang takkan kauketahui. Simaklah Tuhan. ...
Lantaran itu rupanya Tuhan, yang kepada kita sendiri hendak menganugerahkan kendala eksistensi kita yang tak terpahami, menyembunyikan benang-kusut begitu tinggi atau, dengan kata lain yang lebih baik, begitu rendah, sehingga kita sungguh tak mampu untuk mencapainya; sehingga bukan dengan memutar otak kita yang besar kepala, melainkan dengan menyerahkan akal begitu saja, bahwa kita bisa betul-betul mengenal diri kita sendiri.) (PP 434)

Artikel keren lainnya:

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-X Tentang Pengalaman Beragam: Persatuan Perasaan

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-X Tentang Pengalaman Beragam: Persatuan Perasaan-
28. Apakah Keheningan Itu?
Pada tiga bagian pertama matakuliah ini kita telah menghadapi berbagai teori filsafat, yang diusulkan oleh filsuf-filsuf yang berupaya memecahkan beragam masalah. Keanekaragaman itu, yang tercampur-aduk oleh berbagai pendekatan yang tersedia untuk kita gunakan, merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap kesehatan pohon filsafat. Jika tidak ada yang dapat mempersatukan keragaman yang biasanya muncul dari pengalaman insani kita dan dari pemikiran kita terhadapnya, maka kita berada dalam bahaya akan bernasib seperti Nietzsche. Sebagaimana yang kita lihat di Kuliah 23, Nietzsche mencabut akar pohon filsafat dalam rangka membangunkan manusia modern dari keterlelapan tidur di bawah naungan pohon filsafat Sokrates. Namun sebagaimana tanda pertama kesekaratan dalam tanaman yang akarnya tercabut adalah bahwa daun-daunnya layu, begitu pula Nietzsche yang berupaya berfilsafat tanpa mendasarkan penalarannya pada suatu realitas hakiki berakhir tatkala pengalamannya sendiri runtuh dalam kegilaan menggemparkan yang tiada-henti.

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-X Tentang Pengalaman Beragam: Persatuan Perasaan

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-X Tentang Pengalaman Beragam: Persatuan Perasaan

Orang yang pencarian kealimannya berakhir dalam kegilaan itu tidak bersentuhan lagi dengan realitas yang membuat pencarian itu berguna. Untungnya, nasib tragis ini bukan tak terelakkan, asalkan kita belajar untuk menanggapi keragaman pikiran dan kehidupan dengan mengganti kegaduhan yang ditimbulkan oleh pilihan-pilihan yang kurang-lebih berlarut-larut yang tersedia di depan kita dengan suatu keheningan (silence) yang bisa menunjang kesatuan dan tujuan bagi eksistensi kita yang terpenggal. Karena alasan itu, saya akan mengawali bagian terakhir dari kuliah kita ini dengan meminta anda untuk menyarankan beberapa jawaban terhadap pertanyaan, “Apakah keheningan itu?”

Kala anda pikirkan pertanyaan itu, biarlah saya ingatkan anda bahwa bagian dari pohon filsafat yang paling melambangkan kebutuhan kita akan prinsip pemersatuan dalam pemikiran kita dan daya pemersatu dalam kehidupan kita adalah daun-daun. Itu lantaran bila kita pandang pohon yang tak berdaun, perbedaan antara cabang-cabangnya tampak jelas; namun jika pohon tersebut mempunyai daun yang rimbun, maka cabang-cabangnya pada aktualnya kelihatan terhubung, seolah-olah daun-daun itu mencairkan ketegangan antarcabang dengan merangkul cabang-cabang itu dalam kesatuan yang lebih tinggi. Daun-daun suatu pohon, lebih dari bagian-bagian lainnya, memberi kita kesan bahwa pohon itu satu unit: khususnya bila kita memandang pohon itu dari jauh, daun-daun tersebut kehilangan ciri khas mereka dan saling mengaburkan. Bahkan, suatu pohon sering lebih sulit dibedakan dari yang lain bila tidak mempunyai daun. Untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi pohon, para ahli botani biasanya memanfaatkan daunnya.

Adapun untuk lebih lebgkap mengenai artikel Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-X Tentang Pengalaman Beragam: Persatuan Perasaan silahkan kunjungi linnk dibawah ini : 
Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-X Tentang Pengalaman Beragam: Persatuan Perasaan [DOWNLOAD]
Analogi tersebut menyiratkan salah satu prinsip terpenting yang akan kita bahas di Bagian IV ini; sebagaimana daun menentukan ciri khas pohon dan kesatuannya, bagian dari pohon filsafat yang sekarang mulai kita periksa pun hidup menurut prinsip “kesatuan dalam keragaman”. Karena “kesatuan” dan “keragaman” berlawanan, prinsip itu jelas mensyaratkan bahwa kita berpikir dengan memakai logika sintetik jika kita hendak memahaminya. Namun sebelum kita mulai memperhatikan beberapa contoh tentang bagaimana prinsip-prinsip itu berlaku, adakah yang yang punya ide tentang bagaimana kita dapat mendefinisikan keheningan?

Mahasiswa V. “Keheningan mengacu pada suatu lingkungan yang tanpa suara—atau setidak-tidaknya sangat lirih.”

Saya memang berharap ada yang menyatakan jawaban semacam itu, karena pernyataan tersebut memberi kita peluang untuk menjernihkan pertanyaan yang sebenarnya saya ajukan. Jawaban anda benar sekali; namun itu mendefinisikan keheningan dengan cara sepintas lalu. Pada permukaannya, keheningan memang hanya tiadanya suara. Jadi, umpamanya, jika beberapa di antara kalian mulai mengobrol ketika saya sedang berusaha menyampaikan kuliah ini, maka saya mungkin berseru “Silence please!”; [seruan] ini berarti sesuatu seperti “Harap tidak mengeluarkan suara!” Padahal, biasanya kata “keheningan” jauh lebih bermakna daripada itu. [1] Bukankah ada beberapa jenis suara yang tidak mengusik keheningan kita? Bagaimana dengan lagu populer yang berjudul “Suara Keheningan”? Kalau keheningan ialah tiadanya suara, maka bagaimana keheningan itu sendiri mempunyai suara? Adakah yang mempunyai saran lain mengenai bagaimana kita bisa agak lebih mendalami makna keheningan? Apakah keheningan itu?

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-X Tentang Pengalaman Beragam: Persatuan Perasaan

Artikel keren lainnya:

Pokok -pokok Filsafat Bagian ke-VIII Membahas Moral (Kebebasan dan Tapal Batas Moral)

Pokok -pokok Filsafat Bagian ke-VIII Membahas Moral (Kebebasan dan Tapal Batas Moral)- Menjelang akhir kuliah pekan lalu saya membiarkan anda dalam posisi yang kurang nyaman. Ingatkah anda? Anda tersendat di terowongan Lion Rock Tunnel, di dalam bus yang dikemudikan oleh seorang [sopir] yang menyatakan bahwa hal-hal “terjadi” begitu saja, tanpa disebabkan oleh sesuatu. Apa yang sebaiknya anda lakukan pada situasi semacam itu? Alih-alih menjawab pertanyaan ini secara langsung, saya ingin anda mengubah sedikit cerita itu. Mari kita bayangkan bahwa ketika anda menanyai sopir bus itu mengapa ia menghentikan bus, ia tidak mengatakan “Saya tidak …”, tetapi ia mengacungkan pistol dan meminta anda memberi dia semua uang anda dan turun dari bus, atau [kalau anda menolak permintaannya] ia akan menembak. Anda mungkin akan mematuhi permintaannya. Namun sesudah bus itu berlalu, kala anda berjalan kaki menyusuri terowongan, anda mungkin menjadi cukup kalut terhadap hal yang dilakukan oleh orang itu kepada anda. Pada faktanya, sebagian besar dari kita barangkali akan melaporkan tindakannya ke polisi sesegera mungkin, dengan menuduh dia melakukan sesuatu yang salah.

Pokok -pokok Filsafat Bagian ke-VIII Membahas Moral (Kebebasan dan Tapal Batas Moral)

Pokok -pokok Filsafat Bagian ke-VIII Membahas Moral (Kebebasan dan Tapal Batas Moral)

Apa landasan rasional bagi klaim kita dalam kasus semacam itu? Mengapa kita menilai tindakan orang itu salah secara moral? Dalam filsafat, jenis pertanyaan ini disebut “etis”. Pertanyaan-pertanyaan etis berkisar pada bagaimana seharusnya kita bertindak. Ada banyak sekali pertanyaan etis—begitu banyak sehingga pada awal kuliah ini pun beragam jenis pertanyaan etis, belum lagi pertanyaan spesifik mengenai kebenaran atau kesalahan tindakan tertentu, belum bisa kita rambah. Pertanyaan etis bagaikan ranting-ranting di ujung suatu cabang pohon: ranting-ranting itu sangat penting, karena di sinilah tumbuh daun dan buah pohon; namun jumlahnya begitu banyak sehingga salah satunya bisa disingkirkan tanpa secara signifikan mengubah penampilan atau kesehatan pohon.

Akan tetapi, ada jenis pertanyaan filosofis serupa yang lebih berbobot daripada pertanyaan etis. Semua pertanyaan etis didasarkan pada prinsip-prinsip moral fundamental tertentu, sebagaimana semua ranting yang berdaun disangga oleh salah satu cabang pohon yang besar. Kesadaran akan pertanyaan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip ini adalah fundamental jika kita ingin memahami pohon filsafat. Pada suatu masa, “filsafat moral” dipakai untuk mengacu pada cabang ini sepenuhnya (termasuk ranting-rantingnya). Namun dewasa ini istilah itu jarang dipakai. Segenap cabang filsafat ini yang berkenaan dengan pembangunan pondasi rasional bagi tindakan-tindakan moral itu kini lebih sering diacu sebagai “etika” saja, dengan “etika terapan” yang mengacu pada ranting-rantingnya dan “meta-etika” yang mengacu pada bagian utama cabang tersebut. Namun untuk menghindari kekacauan, saya pikir lebih baik menggunakan istilah “etika” untuk mengacu pada keseluruhan “ilmu” (dalam arti luasnya) tentang pembuatan putusan-putusan moral, dan mencadangkan istilah “filsafat moral” untuk prinsip-prinsip dasar yang melandasi.

Untuk lebih jelas dfan lebih lengkap mengenai Pokok -pokok Filsafat Bagian ke-VIII Membahas Moral (Kebebasan dan Tapal Batas Moral) bisa langsung menuju link dibawah ini :
Pokok -pokok Filsafat Bagian ke-VIII Membahas Moral (Kebebasan dan Tapal Batas Moral) [DOWNLOAD]
Secara demikian, “filsafat moral” adalah cabang pohon filsafat yang berawal dengan pengajuan pertanyaan dasar mengenai moralitas, seperti: Apakah manusia bebas? Bagaimana kita bisa menetapkan perbedaan antara baik dan buruk? dan Bagaimana etika bisa nirmustahil? Tentu saja, istilah “filsafat moral” tidak mengacu pada “cara berfilsafat yang baik”, seperti yang diperlawankan dengan filsafat “immoral” yang buruk. “Filsuf moral” bisa saja sama immoralnya dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari! Namun bagaimanapun, tujuan hakiki filsafat moral bukan sekadar memahami apakah kebaikan itu, melainkan memanfaatkannya untuk membantu kita menjadi orang yang lebih baik. Begitu pula, sebagaimana Jonathan Si Camar mulai terbang dengan jauh lebih cepat segera seusai ia pahami penerbangan, pemahaman pondasi moral bagi putusan-putusan etis mesti membantu kita menentukan pilihan yang lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu filsafat moral yang paling berpengaruh diajukan oleh Immanuel Kant. Kritik pertama Kant membantu kita dalam meraih beberapa wawasan fundamental mengenai hakikat metafisika pada Bagian Satu, sehingga kita akan mencurahkan sebagian besar waktu kita pada jam ini untuk memeriksa Kritik kedua Kant, yang di dalamnya ia menyarankan cara yang menarik dalam menghadapi kebebalan kita akan kenyataan hakiki. Critique of Pure Reason mengambil sudut pandang “teoretis” untuk menunjukkan bagaimana ruang, waktu, dan kategori-kategori membentuk garis tapal batas yang diperlukan secara mutlak (yakni apriori sintetik) demi pengalaman insani (dan karenanya memungkinkan pengetahuan empiris kita tentang obyek-obyek fenomenal), sedangkan Critique of Practical Reason, sebagaimana yang akan kita saksikan (bandingkan Gambar III.4, III.6, dan IV.4), mengambil sudut pandang “praktis” untuk memperagakan bagaimana kebebasan dan hukum moral membentuk garis tapal batas yang diperlukan secara mutlak demi tindakan moral (dan karenanya memungkinkan penilaian moral kita tentang obyek-obyek nomenal). Kita dapat memaparkan pembedaan itu dengan peristilahan yang lebih sederhana, dengan mengatakan bahwa Kant dalam buku-buku tersebut mengembangkan dua cara (yaitu dua “sudut pandang”) yang berbeda dalam memandang alam: ia mengambil sudut pandang kedua (bandingkan Gambar II.8 dan III.4).kepala di Kritik pertama dan sudut pandang perut di Kritik.

Memandang dua perangkat ide yang berlawanan sebagai wakil-wakil dari dua sudut pandang itu sering dapat membantu kita dalam melihat bagaimana keduanya bisa benar, walaupun mulanya tampak bertentangan. Sebuah contoh yang sederhana akan menolong kita dalam menjernihkan hal ini. Kebanyakan dari anda sekalian barangkali sedikit-banyak pernah melihat salah satu dari banyak gambar yang dipakai oleh psikolog untuk mengetes bagaimana benak kita mencerap obyek-obyek. Ada gambar yang dapat melambangkan dua obyek yang sepenuhnya berlainan, yang bergantung pada bagaimana ini dicerap. Untuk contoh, lukisan yang terdapat pada Gambar VIII.1 terlihat seperti sebuah cawan jika kita berfokus pada bidang gelap di tengah. Namun bila kita melihat sisi-sisinya, tiba-tiba kita melihat dua wajah yang saling berhadapan. Jawaban mana yang benar? Tentu saja, keduanya benar, masing-masing dengan jalannya sendiri-sendiri. Hal yang sama sering berlaku dalam filsafat, bilamana ada dua jawaban yang terlihat bertolak belakang terhadap pertanyaan yang sama, jika ternayata bahwa masing-masing jawaban mendekati pertanyaan dengan cara yang berbeda, atau dengan sudut pandang yang berbeda.
                
Di Kuliah 9 kita melihat bagaimana Kant menyatakan bahwa, dalam proses pemerolehan pengetahuan teoretis, berbagai “ide” biasanya timbul dalam benak siapa pun yang berpikir secara rasional mengenai pengalaman mereka sendiri: yang terpenting di antaranya adalah ide tentang Tuhan, kebebasan, dan keabadian (lihat CPR 29). Namun ia mengemukakan sebuah masalah mengenai ide-ide itu; jika Kant benar, kita niscaya bebal akan realitas yang ditunjukkan oleh ide-ide tersebut. Ia mengklaim, realitas “nomenal” tersebut berada di luar tapal batas kemungkinan pengetahuan kita. Namun demikian, kita jangan ceroboh, seperti halnya beberapa penafsir, menganggap bahwa Kant berpandangan skeptis tentang ide-ide tersebut. Padahal, salah satu alasan penolakannya terhadap kemungkinan bahwa kita mempunyai pengetahuan tentang ide-ide tersebut adalah keyakinan bahwa siapa saja justru mustahil membuktikan tiadanya realitas-realitas tersebut. Tak seorang pun bisa membuktikan bahwa pandangan kita tentang Tuhan, kebebasan, dan keabadian itu khayalan belaka, karena untuk melakukannya, orang itu perlu memiliki pengetahuan tentang kenyataan hakiki; dan ini, menurut Kant, mustahil. Karenanya, dengan menyangkal “pengetahuan” [tentang realitas terdalam] itu, Kant membiarkan terbukanya suatu ruang untuk “keimanan” kepada ide-ide tersebut (29)—kendati kita masih perlu mencari alasan yang baik untuk pengadopsian keimanan semacam itu, dalam menghadapi kebebalan teoretis kita. Melalui pemeriksaan syarat-perlu, dalam Kritik kedua, bagi dihasilkannya alam moral ketika kita bergelut dengan nafsu (“perut”) kita, Kant berupaya menyediakan penalaran sedemikian itu, atas dasar bahwa ide-ide itu sendiri pada aktualnya mengarahkan kita ke luar dari bidang teori, menuju bidang praktek.

Pokok -pokok Filsafat Bagian ke-VIII Membahas Moral (Kebebasan dan Tapal Batas Moral)

Artikel keren lainnya:

Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Semester 1 dan 2 Yang Mudah dan lengkap

Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas  1, 2, 3, 4, 5 dan 6 semester 1 dan 2 Yang Mudah dan lengkap- Pada kesempatan ini, Melanjutkan postingan yang sudah lalu, belajarmengajar akan membagikan Program tahunan (PROTA) dan Program semester (PROMES) terbaru Yang lengkap dan mudah dan di tambahi dengan Kriteria Ketuntasan Minimsal (KKM), sehingga memudahkan dalam penyesuaian data sekolah bapak/ibu yang memerlukan perangkat kurikulum 2013 pada  revisi 2017.

Bagi Bapa/Ibu yang menjadi pendidik, sudah seharusnya mempunyai planning dan gambaran bagaimana nanti anak-anak didik dapat mengikuti pembelajaran disekolah sesuai dengan apa yang sudah menjadi peraturan Negara mengenai kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, belajar mengajar mencoba memberi sedikit contoh plan yang akan dibuat oleh Bapak/Ibu untuk peserta didiknya.

Guru merupakan kunci dari kualitas pendidikan. Guru harus mempunyai niat dan tekad yang kuat agar tercapainya sebuah tujuan pendidikan di Indonesia. Selain itu guru harus dapat menyiapkan materi pembelajaran serta menguasainya yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau sering di sebut RPP.

Selain RPP dan silabus,  Dalam Bahasa Keguruan ada  istilah yang dinamakan Prota (Program Tahunan) yaitu rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. selain dari itu, ada juga istilah Promes (Program Semester) yaitu satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan seperti kegiatan mid semester, ujian semester dan sebagainya Selain Prota dan Promes, ada juga KKM  yang dijadikan Sebagai acuan bagi seorang guru untuk menilai kompetensi peserta didik sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) suatu mata pelajaran atau Standar Kompetensi (SK).
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas  1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Semester 1 dan 2 Yang Mudah dan lengkap

Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas  1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Semester 1 dan 2 Yang Mudah dan lengkap

Program Tahunan. Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa.

Program Semester. Program Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan untuk penyelenggaraan program pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam semester itu ialah kegiatan tatap muka, pratikum, keraja lapangan, mid semester, ujian semester dan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian keberhasilan. Satu semester terdiri dari 19 minggu kerja termasuk penyelenggaraan tatap muka, mid semester dan ujian semester.

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM harus ditetapkan diawal tahun ajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Dengan adanya syarat-syarat diatas, maka anda dapat men-Download RPP, KKM, Silabus, Prota, Promes SDS/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Semester 1 dan 2 tahun 2017  secara gratis dibawah ini:

Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas  1, 2, 3, 4, 5 dan 6 semester 1 dan 2 Yang Mudah dan lengkap

Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 1
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 2 
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 2 Mata Pelajaran PJOK Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 2 Mata Pelajaran PAI Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris semester 1 dan 2Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 2 Mata Pelajaran Matematika Semester 1 dan 2
 Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 3
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 3 Mata Pelajaran PJOK Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 3 Mata Pelajaran PAI  Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 3  Mata Pelajaran Bahasa Inggris semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 3 Mata Pelajaran Matematika Semester 1 dan 2

Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 3 Mata Pelajaran SBK Semester 1 dan 2
 Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 4   
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 4 Mata Pelajaran TIK Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 5    
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6    
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran PJOK Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran PAI Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran Bahasa Inggris semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran Matematika Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran PKN Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran SBK Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran IPA Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran IPS Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran TIK Semester 1 dan 2
Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas 6 Mata Pelajaran B. Indonesia Semester 1 dan 2
Demikian Prota, Promes dan KKM SD/MI Kelas  1, 2, 3, 4, 5 dan 6 semester 1 dan 2 Yang Mudah dan lengkap semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Artikel keren lainnya:

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-VII tentang Filsafat Ilmu dan Pembahasannya

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-VII tentang Filsafat Ilmu dan Pembahasannya- Filsafat Ilmu
19. Apakah Kealiman Itu?

Saya akan mengawali kuliah ini dengan memberi anda ikhtisar singkat isi buku yang saya sebut di akhir kuliah yang lalu, Jonathan Livingston Seagull, untuk kepentingan sebagian dari anda yang belum berkesempatan membacanya. Setelah itu, saya ingin mendengar jawaban dari anda yang sudah membaca cerita tersebut terhadap tiga pertanyaan berikut ini:
1)    1)    Dalam cerita ini, kata terbang melambangkan apa?
2)    2)    Mengenai perburuan kealiman, cerita ini mengatakan apa?
3)    3)    Ke mana Jonathan pergi di Bagian Dua?
Akhirnya, saya akan mengakhiri kuliah pada jam ini dengan menjelaskan bagaimana beberapa pelajaran yang terkandung dalam cerita ini berhubungan dengan berbagai persoalan yang akan kita periksa pada bagian ketiga dari matakuliah ini.

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-VII tentang Filsafat Ilmu dan Pembahasannya

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-VII tentang Filsafat Ilmu dan Pembahasannya

Buku kecil tersebut, Jonathan Livingston Seagull, mengisahkan seekor burung yang aneh—burung camar, seperti yang ditunjukkan oleh judulnya. Pada mulanya, burung yang bernama Jonathan ini melakukan eksperimen berbagai cara terbang. Sementara semua kawannya menggunakan keterampilan terbang mereka hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam hidup mereka, Jonathan memandang bahwa terbang merupakan keterampilan yang harus dituntut demi cara terbang itu sendiri. Akan tetapi, ketika ia menguji-coba metode barunya untuk terbang dengan kecepatan tinggi, pemimpin-pemimpin kawanannya terusik, yang menanggapinya dengan mengasingkan dia ke “tebing-tebing yang jauh”. Setelah ia tinggal lama sendirian, dua ekor burung misterius datang dan membawanya ke tempat lain. Di Bagian Dua, Jonathan belajar tentang cara terbang baru yang tidak berfokus pada sayap dan bulu, tetapi pada pikiran dan imajinasi. Ia jauh lebih cepat daripada semua burung lain di dunia baru ini, ketika tiba-tiba ia memutuskan bahwa ia harus kembali ke dunia lamanya. Jadi, ia pulang ke tebing-tebing yang jauh tersebut. Kemudian bagian ketiga dan terakhir dari kisah ini menceritakan bagaimana ia mengumpulkan beberapa burung buangan [seperti dirinya] dan mulai mengajari mereka cara terbang dan cara memahami penerbangan. Tidak lama setelah mereka mempelajari beberapa keterampilan dasar, murid-muridnya bersama-sama dengan Jonathan pulang ke kawanan lamanya, yang dulu membuang mereka. Di situlah mereka menyelenggarakan kursus di pantai, dan akhirnya sebagian dari burung-burung dari kawanan lamanya menunjukkan minat untuk mempelajari cara terbang. Ketika mereka mulai belajar demi mereka sendiri, Jonathan membiarkan mereka tetap mandiri.

Untuk lebih jelas dan lebih lenkap mengenai artikel Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-VII tentang Filsafat Ilmu dan Pembahasannya silahkan diunduh di bawah ini : 
Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-VII tentang Filsafat Ilmu dan Pembahasannya [DOWNLOAD]
Nah, mari kita awali dengan pertanyaan pertama. Untuk melambangkan apa penerbangan dalam cerita itu? Siapa yang punya pandangan tentang hal ini? Omong-omong, jangan mengatakan “pencarian kealiman”, karena itu terlalu gamblang. Telah saya katakan, saya ingin kita memandang keseluruhan cerita itu lantaran memberi kita wawasan menuju pencarian kealiman; jadi, sekarang saya ingin [jawaban] kalian lebih spesifik. Kemudian, dalam pembahasan atas pertanyaan kedua, kita dapat mencoba menerapkan hal-hal yang kita pelajari dari simbolisme penerbangan pada persoalan hakikat mencintai kealiman. [1] Nah, siapa mau menjawab lebih dahulu?
Mahasiswa N. “Kebebasan.”

Ya, saya kira itu tempat yang baik untuk bertolak. Bahkan tanpa membaca kisah itu, kita bisa menduga bahwa ini merupakan bagian dari simbolisme yang dimaksudkan, karena mengasosiasikan penerbangan burung dengan kebebasan itu cukup lazim. Barangkali ini merupakan bagian dari alasan pengarangnya yang lebih memilih menulis dongeng tentang burung daripada ikan atau anjing, misalnya. Cerita itu sendiri menguatkan hal ini dengan menuturkan betapa Jonathan memandang bahwa dirinya bebas dari hal-hal yang menjebak camar-camar lain menuju kehidupan yang sia-sia dan menyedihkan, seperti nafsu makan, keberterimaan, dan kekuasaan politik. Ketika ia belajar terbang, ia juga belajar untuk semakin membebaskan diri dari jebakan semacam itu; dan dalam melakukannya, ia belajar mengarungi hidup yang benar-benar maknawi. Di Bagian Dua ia bahkan belajar membebaskan diri dari kecenderungannya yang sudah berlangsung lama yang memandang bahwa terbang harfiah (yakni terbang dengan tubuh fisiknya) merupakan tujuan hidupnya yang terdalam.

Akan tetapi, kata “kebebasan” hampir menyerupai kata “kealiman” yang sulit dipahami. Jadi, adakah di antara kalian yang menemukan gelagat lain di cerita ini yang dapat membantu kita dalam memahami apakah kebebasan itu? Apa yang harus dilakukan oleh Jonathan supaya memperoleh wawasan tentang hakikat kebebasan?

Mahasiswa O. “Bagi saya, Jonathan tampaknya mencari hal-hal yang tidak diketahui. Dan ini selalu menuntut dia untuk menerobos batas-batas yang sebelumnya telah dipasang olehnya atau oleh burung-burung lainnya.”

Bagus sekali. Saya setuju bahwa unsur dari sesuatu yang tak diketahui itu memainkan peran penting di keseluruhan cerita tersebut. Jonathan berniat memburu tujuannya walaupun tampaknya ia tak pernah tahu apa kira-kira pelosok berikutnya—setidak-tidaknya sebelum ia kembali ke kawanannya di Bagian Tiga. Seperti kata anda, pencarian “kecepatan sempurna”-nya pada kenyataannya merupakan pencarian yang tak bisa tercapai. Akibatnya, secara paradoksis, ia mampu mencapai tujuannya hanya jika ia mau mengakhiri pandangan konvensionalnya mengenai bagaimana hal itu bisa dicapai, terutama asumsinya bahwa hal itu akan bisa dicapai dengan menggunakan “sayap dan bulu”. Begitu pula, saya pikir anda telah memilih kata-kata yang baik dengan tepat ketika anda mengatakan ia selalu “menerobos batas-batas …”. Pada faktanya, salah satu alasan mengapa penerbangan burung melambangkan kebebasan adalah bahwa burung-burung tampaknya telah menemukan rahasia pendobrakan rantai-rantai hukum gravitasi, yang membelenggu kita manusia di bumi dengan kencang. Lagipula, cerita itu sendiri menanamkan kesan bahwa penerobosan tapal batas lama merupakan salah satu kunci yang mendasar untuk menyelidiki diri sendiri. Apakah kalian memperhatikan bahwa, di Bagian Satu, Jonathan pada aktualnya mengacu pada salah satu penyelidikan utamanya mengenai penerbangan sebagai “penerobosan”? Lalu, di Bagian Dua, penemuannya bahwa “penerbangan” merupakan imajinasi itu bukan saja merupakan penerobosan tingkat keterampilannya, melainkan juga penerobosan pemahamannya. Adapun kepulangannya ke kawanannya di Bagian Tiga pun melambangkan sejenis penerobosan lain, yang juga berkaitan dengan simbolisme penerbangan sebagaimana yang dihadirkan di kisah tersebut.

Pokok-pokok Filsafat Bagian Ke-VII tentang Filsafat Ilmu dan Pembahasannya

Artikel keren lainnya: